Minggu, 28 Juni 2009

OTORITARIAN VS LIBERTARIAN

NAMA : ELISDA
NIM : 153070200
KELAS : A

Teori pers Otoritarian vs teori pers Libertarian.
A.teori pers otoritarian
Tentunya istilah otoritarian tidak asing lg bagi kita, kita sering mendengar istilah itu. Akan tetapi apakah kita memahami arti dari otoritarian itu sendiri dan bagai mana teori pesr otoritarian itu bisa di jalankan di dalam media massa suatu negara??Dalam masyarakat seperti itu, kebenaran dianggap bukanlah hasil dari masa rakyat, tetapi dari sekelompok kecil orang-orang bijak yang berkedudukan membimbing dan mengarahkan pengikut-pengikut mereka. Jadi kebenaran dianggap harus diletakkan dekat dengan pusat kekuasaan. Dengan demikian pers difungsikan dari atas ke bawah. Penguasa-penguasa waktu itu menggunakan pers untuk memberi informasi kepada rakyat tentang kebijakan-kebijakan penguasa yang harus didukung. Hanya dengan ijin khusus pers boleh dimiliki oleh swasta, dan ijin ini dapat dicabut kapan saja terlihat tanggungjawab mendukung kebijaksanaan pekerjaan tidak dilaksanakan. Kegiatan penerbitan dengan demikian merupakan semacam persetujuan antara pemegang kekuasaan dengan penerbit, dimana pertama memberikan sebuah hak monopoli dan ang terakhir memberikan dukungan. Tetapi pemegang kekuasaan mempunyai hak untuk membuat dan merubah kebijaksanaan, hak memberi ijin dan kadang-kadang menyensor. Jelas bahwa
konsep pers seperti ini menghilangkan fungsi pers sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan.
Saat ini Negara yang masih menggunakan system pers otoritarian adalah Negara Malaysia meskipun Malaysia yang terkenal dengan keramah tamahan sikap melayu, namun tidak berartti pemerintah bersikap serupa terhadap pers yang ada di sana. DiMalaysia pers lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Pers Malaysia tidak pernah memberitakan hal-hal yang negatif tentang suasana negerinya sendiri. Pemerintah mengontrol dengan ketat pemberitaan. Pemerintah memberikan jutlak soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan.
Meskipun menganut ideologi demokrasi, dengan seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Demokrasi tersebut tidak berlaku bagi institusi pers. Di Malaysia karena pers dikekang dan diatur ketat oleh pemerintah yang berkuasa. Peran utama pers yaitu kontrol sosial hampir tidak pernah dijalankan oleh pers Malaysia. Lewat pers, salah satu nilai yang dijunjung demokrasi dipenuhi, yakni kebebasan menyampaikan pendapat. Demokrasi diidentikkan dengan kebebasan mengungkapkan pendapat. Karena itu, orang banyak berharap dari demokrasi.Dalam melihat kecendrungan tersebut, dapat disimpulkan sistem pers di Malaysia menganut system teori pers otoritarian dimana pemerintah dapat menekan media massa yang ada di negaranya. Pers di Malaysia tidak bisa menjalankan fungsinya dengan sewajarnya. Jadi dilihat dari sistem filsafat sosialnya teri pers otoritarian adalah absolutisme yaitu hakekat manusia tidak bisa eksis sebagai individu tapi harus dalam kelompok/ masyarakat dan negara, sedangkan hakekat masyarakat dan negara , negara sebagai ekspresi manusia tertinggi, negara menjadi tujuan utama kekuasaan.

B.Teori pers Libertarian
Libertarian sering kita artikan dengan kata kebebasan jadi teori pers libertarian adalah Teori ini memutarbalikkan posisi manusia dan Negara sebagaimana yang dianggap oleh teori Otoritarian. Manusia tidak lagi dianggap sebagai mahluk berakal yang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, antara alternative yang lebih baik dengan yang lebih buruk, jika dihadapkan pada bukti-bukti yang bertentangan dengan pilihan-pilihan alternative. Kebenaran tidak lagi dianggap sebagai milik penguasa. Melainkan, hak mencari kebenaran adalah salah satu hak asasi manusia. Pers dianggap sebagai mitra dalam mencari kebenaran. Dalam teori Libertarian, pers bukan instrument pemerintah, melainkan sebuah alat untuk menyajikan bukti dan argument-argumen yang akan menjadi landasan bagi orang banyak untuk mengawasi pemerintahan dan menentukan sikap terhadap kebijaksanaannya. Dengan demikian, pers seharusnya bebas sari pengawasan dan pengaruh pemerintah. Agar kebenaran bisa muncul, semua pendapat harus dapat kesempatan yang sama untuk didengar, harus ada pasar bebas pemikiran-pemikiran dan informasi.
Negara yang menggunakan teori pers Libertarian adalah Negara amerika ini terlihat dari tingginya apresiasi masyarakat Amerika kepada media. Media sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat Amerika, dari persoalan politik, hukum, ekonomi dan kebudayaan semuanya tidak dilepaskan dari adanya ketergantungan masyarakat Amerika kepada media. pemberitaan yang benar, komprehensif dan cerdas.” Media dituntut untuk selalu akurat, dan tidak berbohong. Fakta harus disajikan sebagai fakta, dan pendapat harus dikemukakan sebagai murni sebagai pendapat. Jadi teori pers libertarian telah diterapkan di negara amerika dengan adanya kebeasan berpendapat dan menyajikan fakta-fakta yang sesungguh nya serta akurat. Dilihat dari filsafat sosialnya teori pers libertarian adalah rasionalisme jadi hakekat manusia bisa eksis sebagai individu yang bebas dalam arti kita bebas mengeluar kan pendapat dan mengungkap kebenaran asal bisa di pertanggung jawabkan kebenaran yang kita ungkap kan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar